Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


PRINCES ECONOMY WORLDWIDE

Informasi Terpanas Tentang Ekonomi Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES CELEBRITY WORLDWIDE

Informasi Terpanas Tentang Kehidupan Artis Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES HISTORY TOUR AND TRAVEL

Informasi Terpanas Tentang Perjalanan Wisata Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES LOVE GOD

Informasi Terpanas Tentang Kehidupan Rohani Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES ADVERTISING

Kesempatan Buat Anda yang ingin Memajukan Bisnis dengan Pasang Iklan Secara Gratis dan Dibaca diseluruh Dunia *** Read More ***

Video Porn Mahasiswi ITB Bikin Heboh

Ditengah carut marut Situasi Negera Tercinta ini, kembali dihebohkan oleh percintaan mahasiswi yang Video mesum dikamar kostnya di unggah ke dalam situs Porno... Dunia memang Heboh

Video Mesum Mahasiswi Bandung


Video berdurasi 2 menit 46 detik dengan judul “Skandal Mesum Mahasiswa ITB di kost” membuat heboh publik Kota Bandung

 Saat ditelusuri, Video tersebut berasal dari sebuah situs porno yang diunggah sejak Rabu 4 Febuari 2015 pukul 3.25 WIB. Dalam laman web tersebut, sang pengunggah mencantumkan judul “Skandal Mesum Mahasiswa ITB di Kost” lengkap dengan potongan video seorang wanita tanpa busana.

Dalam Video tersebut, terdapat adegan mesum dua sejoli dengan kondisi telanjang bulat di atas kasur dalam sebuah ruangan. Kedua pasangan tersebut melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Namun, dalam video tersebut tidak memperlihatkan atau tanda yang mengarah seperti yang dirujuk dalam judul video. Tak ada percakapan dalam adegan video tersebut, hanya terdengar suara televisi.

Wajah pria yang ada di video itupun tak terlihat sama sekali, tetapi yang wanitanya jelas telanjang bulat. yah Mau gimana lagi nich masadepan???

Tapi memang yang namanya dunia Lendir itu sangat digandrungi bukan hanya orang Tua, Tapi dunia Lendir sudah sangat melekat dimulai dari usia belasan Tahun sampai kakek kakek pun masih suka dengan dunia ini. Jadi jika Anda punya Anak yang baru Puber sebaiknya diawasi dengan lebih lagi, bebas tapi terkontrol biar tidak terjebak dalam dunia carut marut yang sebentar lagi juga bisa terjadi BRATAYUDA...

Saat ini Polisi masih Selidiki Kasus Video Mesum ini..
Hanya beberapa adegan yang dilakukan sepasang laki-laki dan perempuan itu dalam video tersebut. Kamera yang digunakan untuk merekam juga diduga ditaruh begitu saja, sehingga hanya pemeran perempuan yang terlihat utuh. Sementara wajah pemeran prianya tidak tampak

Tidak ada percakapan apa pun dalam rekaman itu. Hanya ada suara gemuruh televisi yang dibiarkan menyala di dalam kamar.

Pihak Insititute Teknologi Bandung (ITB) sejuah ini belum mengomfirmasi apakah pemeran video benar-benar mahasiswa di kampus tersebut atau hanya embel-embel dalam judul video.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja, mengaku masih mendalami kabar tersebut. "Saya akan simak dulu, biar enggak s‎alah komentar. Saya belum lihat
Mau Lihat Videonya ===>>> click VIDEO disini <<<===

BPJS Gandeng Kejaksaan Hadapi Kasus

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.


BPJS


Kerja sama tersebut merupakan langkah antisipasi BPJS Kesehatan dalam mewujudkan sistem good governance yang bersih, mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan hukum.

 “Sebagai instusi penyelenggara jaminan sosial, permasalahan bisa saja timbul dari klien, mitra kerja, peserta, atau bahkan pihak internal sehingga kami membutuhkan bantuan pihak eksternal,” kata Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Purnawarman Basundoro di Balikpapan,

Menurutnya, tersebut juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran dan tugas para pihak dalam menyelesaikan persoalan hukum bidang perdata dan tata usaha negara.

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama tersebut meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya dalam rangka pemulihan dan penyelamatan keuangan, kekayaan, dan aset milik BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) di wilayah Divisi Regional II BPJS Kesehatan. Wilayah itu meliputi Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Provinsi Sumatra Barat dan Jambi.

Konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia

Konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dipimpin PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) membukukan premi senilai Rp30 miliar pada 2014.





Direktur Adira Insurance Wayan Pariama mengatakan dari total premi tersebut  Adira Insurance, sebagai leader, mendapatkan porsi 27% atau sekitar R8,1 miliar.

“Sisanya dibagi ke sembilan anggota,” ujarnya kepada Princes, baru-baru ini.

Pembagian kepada anggota tersebut, sambung Wayan, tidak sama rata, tetapi tergantung pada kapasitasnya.

“Ada yang 10%, ada yang 5%, angkanya beragam,” imbuhnya.

Menurutnya, jumlah premi tersebut memang tidak signifikan kontribusinya terhadap keseluruhan premi yang diraup perseroan.

Wayan menjelaskan, konsorsium tersebut baru terbentuk pada 2013. Sampai tahun lalu, premi yang dikumpulkan sebagian besar masih berasal dari pulau Jawa. Konsorsium yang dipimpin Adira Insurance adalah satu dari tiga konsorsium asuransi TKI yang ada saat ini.

Dua konsorsium lagi masing-masing dipimpin oleh PT Asuransi Sinar Mas dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Ketiga konsorsium ini menjual produk yang sama dengan nilai premi yang sama.

BNP2TKI Tentang Asuransi TKI

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggandeng konsorsium sejumlah asuransi TKI guna meningkatkan transaksi non-tunai.

TKI


Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan konsorsium asuransi Astindo, Jasindo, dan Asuransi Mitra TKI tentang peningkatan penggunaan transaksi non-tunai secara terintegrasi dalam penyelenggaraan program asuransi TKI.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama BNP2TKI Edy Sudibyo mengtakan penandatanganan kerja sama dengan konsorsium asuransi tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Tenaga Kerja, Kepala BNP2TKI dan OJK.

"Pembayaran non-tunai untuk setiap transaksi dalam proses penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia sangatlah strategis apalagi jika dikaitkan dengan upaya revolusi mental karena dari pembayaran non-tunai dengan pemanfaatan teknologi IT yang transparan dan akuntabel maka mau tidak mau akan mengubah perilaku kita menjadi taat hukum," kata Edy di kantor BNP2TKI, Jakarta Selatan, Senin.

Lebih dari itu, Edy mengatakan kesepakatan tersebut dapat mencegah korupsi dan tindakan eksploitatif yang mungkin dialami TKI.

Transaksi non-tunai, kata Edy, juga bisa menjadi alat kontrol manajemen sebuah instansi di mana standar kualitas layanan akan senantiasa dipertahanakan.

"Kalau premi Rp400.000 misalnya, yang dicover ya segitu kalau kurang pasti kan akan mempengaruhi kualitas layanan," kata Edy.

Pemberlakuan transaksi non-tunai pada asuransi TKI ditargetkan mulai berlaku 1 Maret 2015 sementara untuk transaksi non-tunai pada setiap proses penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia ditargetkan terwujud dalam satu tahun ke depan.

"Ini baru asuransi, nanti semuanya akan pakai non-tunai. Setiap transaksi keuangan dalam seluruh proses penempatan perlindungan TKI akan dilakukan secara non-tunai baik untuk pendirian PT, balai latihan, proses media, bahkan sampai gaji dari majikan nanti diupayakan non-tunai langsung transfer ke TKI," kata Edy.

Sementara itu, salah satu perwakilan konsorsium asuransi TKI, Sahata L Tobing yang merupakan Direktur Operasi Jasindo mengatakan konsorsium menyambut gembira kerja sama tersebut.

"Konsorsium sudah berkeinginan melakukan pelayanan yang lebih baik dimulai dengan menyamakan polis. Sejak itu komplain klaim sudah berkurang. Penandatanganan hari ini akan menambah baik pelayanan karena pada pelaksanaannya nanti pasti akan mengurangi biaya administrasi, mengurangi orang di lapangan sehingga jika nanti kami ada untung lebih bisa dikembalikan ke tenaga kerja. Kami akan melaksanakan ini dengan baik

===>> Jadilah TKI yang Lebih Berguna Bagi Nusa dan Bangsa <<===

Nyeri Perut Selama Kehamilan ada 12 Penyebabnya

Terkadang Dikarenakan Aktifitas kita yang sangat berlebihan, baik posisi kita sebagai Istri maupun Suami, maka hal hal kecil terhadap pasangan kita kurang bisa diperhatikan, Misalkan Pasangan Kita dalam Posisi Hamil, Nah Sebgai Cowok apakah Anda mengerti benar dengan keadaan pasangan Anda..????
Meskipun nyeri perut saat kehamilan seringkali terjadi pada perut bagian bawah, namun serangan nyeri bisa pula terjadi di perut bagian lain. Inilah Keluhan Pasangan Anda.

Dalam kebanyakan kasus, rasa nyeri yang timbul bukanlah masalah serius. Namun untuk sebagian lainnya, rasa nyeri bisa menjadi gejala dari masalah serius.

Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita hamil mengetahui hubungan antara kehamilan dan nyeri perut bagian atas.

Solusi Nyeri Kehamilan


Penyebab Nyeri Perut

Berikut adalah beberapa penyebab nyeri perut saat kehamilan:

1. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika embrio berada di luar rongga rahim. Dalam kebanyakan kasus kehamilan ektopik, implantasi embrio terjadi di dalam tuba falopi. Namun, embrio juga bisa berada pada leher rahim, indung telur, atau daerah perut. Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa menimbulkan perdarahan dan komplikasi lain. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa sehingga memerlukan penanganan segera.

2. Keguguran

Keguguran banyak dialami pada periode beberapa bulan pertama kehamilan. Jika seorang wanita merasa nyeri di perut diikuti oleh kelemahan dan keluarnya darah, segera hubungi dokter.

3. Preeklamsia

Salah satu penyebab utama rasa nyeri di perut adalah preeklamsia yang terjadi selama trimester kedua atau ketiga. Kondisi ini terjadi ketika ibu hamil menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi seiring dengan meningkatnya kandungan protein dalam urin. Preeklamsia menyebabkan perubahan pembuluh darah sehingga organ-organ tertentu tubuh seperti ginjal, otak, dan hati bisa terpengaruh. Kondisi ini juga berdampak negatif bagi plasenta.

4. Sindrom HELLP

Sindrom HELLP adalah gangguan yang biasanya terjadi selama tiga bulan terakhir kehamilan. HELLP merupakan singkatan dari ‘Hemolysis, elevated liver enzymes, and low platelet count’. Saat mengalami kondisi ini, timbul nyeri parah di sisi kanan atas perut. Sindrom HELLP dapat mengarah pada terjadinya preeklamsia. Ibu hamil juga berpotensi mengalami pembekuan darah serta anemia akibat sindrom HELLP.

5. Kontraksi Braxton Hicks

Kadang-kadang, seorang wanita mungkin merasa kontraksi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Ini bukan merupakan kontraksi yang menandakan akan datangnya kelahiran, melainkan terjadi akibat pengencangan otot-otot rahim pada durasi yang sangat singkat. Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya. Jika masih bertahan, segera konsultasikan dengan dokter.

6. Kelahiran Prematur

Nyeri perut parah biasanya akan menyertai saat leher rahim melebar atau mulai mengalami kontraksi sebelum 37 minggu. Gejala ini akan menjadi indikasi persalinan prematur dan memerlukan perhatian medis segera.

7. Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal biasanya menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut bagian bawah dan daerah panggul, tetapi jika telah menyebar juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan di perut bagian atas.

8. Batu Empedu

Kantong empedu adalah organ kecil yang menyimpan empedu (cairan pencernaan yang membantu memecah lemak) yang dikeluarkan oleh hati. Selama kehamilan, organ ini tidak bekerja secara efektif dan berpotensi terbentuk batu empedu atau cholelithiasis.

9. Radang Usus Buntu

Seorang wanita hamil mungkin merasakan nyeri akut di bagian atas perutnya selama kehamilan karena radang usus buntu yang dipicu oleh pembesaran uterus. Sayangnya, sulit mendeteksi masalah usus buntu selama kehamilan, padahal kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak diobati pada waktunya.

10. Peregangan Rusuk

Seiring pertumbuhan janin, ukuran tulang rusuk juga meningkat untuk membantu bayi mendapatkan lingkungan yang sesuai. Perubahan bentuk tubuh dan rusuk mungkin mengakibatkan rasa nyeri di perut.

11. Masalah Pencernaan dan Gas

Gas berlebih dan kembung akibat pencernaan yang tidak normal selama kehamilan dapat memicu nyeri. Tekanan ekstra oleh rahim pada lambung dan usus juga merupakan salah satu penyebab nyeri di bagian atas perut.

12. Sembelit

Saluran pencernaan wanita hamil membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengolah makanan sehingga memicu sembelit dan rasa nyeri di perut.

Berikan Perhatian kusus pada pasangan Anda, agar semakin melekat dalam merengkuh kehidupan ini...

Asuransi Kesehatan ===>>  Click disini

RISK MANAGEMENT ASURANSI


Management Asuransi

Untuk menghadapi risiko-risiko tersebut, manusia menyelenggarakan suatu pengolahan atau pengaturan risiko atau RISK MANAGEMENT, yaitu suatu kegiatan untuk mengelolah atau mengatur dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:



 -.    RISK IDENTIFICATION (Identifikasi Risiko).

Melakukan suatu identifikasi atas segala kemungkinan-kemungkinan terjadi suatu risiko yaitu dengan cara mengumpulan data-data atau mencari informasi-informasi lain yang dapat diperoleh sehubungan dengan risiko yang akan dihadapi tersebut.

-.    RISK EVALUATION/ANALYSIS (Evaluasi/analisa risiko)
Melakukan evaluasi atau analisa risiko dari akibat yang mungkin ditimbulkan oleh risiko terhadap organisasi dapat dilakukan secara :

a. Analisa Kualitatif yaitu analisa secara fisik terhadap potensi risiko yang ada tanpa memperhatikan monetary value di dalamnya.
misal: dari flow-chart dapat dievaluasi kualitatif efek dari terjadinya suatu peristiwa, cara ini dilakukan bila tidak adanya data yang cukup untuk dapat dihitung.

b.  Analisa Kuantitatif yaitu analisa finansial terhadap akibat yang ditimbulkan oleh kerugian yang terjadi. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan statistik bila tersedia data yang cukup untuk dasar perhitungan.

Dua faktor yang dianalisa adalah :
1.       Frekuensi terjadinya kerugian (Frequency)
2.       Tingkat besarnya kerugian (Severity)

1.        Tingkatan Frekuensi Risiko :
a.       Kemungkinan sering terjadi            Most Probable
b.       Kemungkinan ada terjadi                Probable
c.       Kemungkinan kadang kala terjadi   Fair
d.       Kemungkinan kecil terjadi              Slight
e.       Kemungkinan tidak terjadi              Improbable

2.      Tingkat Besarnya kerugian

a.       Bencana (Catastrophe) , sangat mempengaruhi kesinambungan atau kehidupan perusahaan.

b.       Tinggi (High), sangat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.

c.       Sedang (Medium), Kerusakan menimbulkan masalah dalam jangka waktu tertentu.

d.       Rendah (Low). Kerusakan hanya menimbulkan masalah kecil bagi perusahaan.

e.       Dapat diabaikan (Negligible), Tidak berpengaruh pada kegiatan atau pendapatan perusahaan.
   
    
Hubungan antara Frekwensi dengan tingkat keparahan (Frequency dan Severity) risiko dalam asuransi, menyatakan bahwa :
  • Pada Frequency tinggi, umumnya mempunyai nilai kerugian yang rendah.
  • Pada Frekwensi rendah, umumnya dengan nilai kerugian yang besar.


Jadi dapat dilihat bahwa hubungan antara Frekwensi dengan nilai kerugian adalah hubungan terbalik.

Contoh :
 High frequency – low severity: kerugian kebakaran pada rumah-rumah tinggal
 Low frequency – high severity: Kerugian kebakaran pada bangunan-2 pabrik.


-.   RISK CONTROL (Pengendalian Risiko).


Ada 2 kategori pengelolahan risiko yaitu :
1.       Pengendalian risiko secara fisik (physical)
2.       Pengendalian risiko secara Finansial (financial)

1.       Pengendalian risiko secara fisik :
Pengendalian risiko secara fisik dapat dilakukan dengan cara :

a.       Pengurangan Risiko (Risk Reduction/Loss Prevention).
Pengurangan dan pencegahan risiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai dengan cara mengurangi atau menyingkirkan sebagian atau keseluruhan dari risiko yang ada.

Dalam pelaksanaannya ada 2 (dua) cara yang dapat digunakan, yaitu :

a.1    ELEMINASI (Penghapusan risiko).
Menghapuskan atau mengurangi kemungkinan terjadinya risiko yang dihadapi .
misal : karena takut kecelakaan dijalan à mobil dijual

a.2   MINIMISASI (memperkecil risiko).
Usaha untuk memperkecil risiko dapat dibagi dalam 2(dua) bagian, yaitu
Ø  Pre Loss Minimisation
adalah suatu tindakan memperkecil terjadinya suatu risiko yang dilakukan sebelum terjadinya kerugian.
contoh : menyediakan alat pemadam kebakaran, safebelt, dll.

Ø  Post Loss Minimisation
adalah suatu tindakan memperkecil terjadinya suatu risiko yang dilakukan sesudah terjadinya kerugian.
contoh :  Menyelamatkan sisa-sisa barang akibat kebakaran.

b.       Penghapusan Risiko (Risk Avoidance).
Penghapusan risiko atau Risk Avoidance dapat diartikan sebagai menghapus sama sekali kemungkinan terjadinya suatu risiko (totally eliminate).
Jadi tidak berbuat atau terjun dalam aktivitas sejak pertama kali.
contoh : Suatu perusahaan dapat menghindarkan risiko kebanjiran dengan tidak membangun pabrik atau gudang didaerah banjir.

Keuntungan dari Risk Avoidance:
Kemungkinan terjadinya kerugian dapat diturunkan hingga titik NOL, jadi tidak perlu lagi tehnik Risk Management lebih lanjut karena kemungkinan terjadinya kerugian sudah dihapuskan sama sekali.

Kerugian dari Risk Avoidance:

  • Kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan (loss of Profit).
  • Tidak mungkin semua kemungkinan terjadinya kerugian dihapuskan

Contoh : kematian tidak mungkin dapat dihindar.


2. Pengendalian risiko secara finansial :
Ada 2(dua) cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian risiko secara finansial, yaitu :

a. Retensi Risiko (Risk Retention).
Retensi risiko sebagian atau seluruhnya, dengan menyisihkan atau mencadang-kan dana untuk pembiayaan apa bila risiko tersebut terjadi.
Biaya untuk mengasuransikan kerugian yang dapat diperkirakan mungkin akan sama atau lebih besar daripada jumlah kerugian yang terjadi tersebut.

b. Transfer Risiko (Risk Transfer).
Perusahaan memindahkan efek dari kerugian yang diderita kepada orang lain atau perusahaan lain.
Bentuk Transfer Risiko ini yang paling umum adalah Asuransi.

Dalam prakteknya ke-empat cara/metode diatas dapat digunakan secara terpisah dan dapat juga digunakan secara kombinasi antara 2 metode atau lebih.
misal :
  • untuk risiko yang mempunyai dampak kerugian kecil bisa digunakan metode pencegahan dan menahannya jika risiko tersebut muncul, sedangkan
  • untuk risiko yang mepunyai dampak kerugian yang cukup besar bisa digunakan metode pencegahan dan pemindahan risiko.


Dalam metode Pemindahan Risiko (Risk transfer Method) ini berarti bahwa seseorang/ perusahaan dapat memindahkan sebagian/seluruh dampak kerugian yang ada jika risiko tersebut muncul, kepada bahu seseorang/perusahaan lainnya, sehingga kerugian yang muncul nantinya tidak akan mempengaruhi kegiatan atau kondisi keuangannya.

Dari cara pengendalian risiko secara Finansial dengan metode Tranfer Risk di mana risiko tersebut ditranfer ke Perusahaan Asuransi, maka timbul suatu pengertian bahwa Asuransi merupakan salah satu mekanisme pengalihan Risiko (Risk Transfer Mechanism).

Pada metode pemindahan risiko inilah Industri Asuransi bekerja, dimana seseorang atau perusahaan dapat mengalihkan sebagian risiko-risiko yang dimilikinya kepada Perusahaan Asuransi dengan jalan membeli polis asuransi sesuai dengan jenis risiko yang dihadapinya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selain risiko adalah suatu ketidak pastian akan suatu kerugian (Uncertainty of Loss), juga dapat diartikan sebagai objek asuransi (Subject matter of Insurance).

Risk Management dalam Perspektif Underwriting

Manajemen dapat dimengerti sebagai prosedur, sistem, atau cara yang teratur yang ada dalam suatu organisasi agar dapat mencapai tujuannya. Risk atau Risiko dapat dipahami sebagai suatu perubahan yang dapat terjadi yang dapat memberikan dampak negative maupun positif. Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi menimbulkan risiko. Dalam konsep inilah, Risk Management (manajemen risiko) dipahami sebagai suatu prosedur, system, atau cara yang teratur untuk mengelola risiko yang muncul karena berbagai perubahan.

Risk Management dalam Perspektif Underwriting


Underwriting menjadi satu unit dalam asuransi yang menilai seberapa besar risiko yang ada dalam suatu organisasi ditanggung oleh sebuah perusahaan asuransi. Tidak hanya memberikan akseptasi untuk penutupan suatu risiko, perusahaan asuransi berkewajiban memberikan masukan bagi organisasi agar dapat melakukan manajemen risiko dengan baik. Dengan melakukan manajemen risiko, suatu organisasi dapat meminimalisasi risiko yang mungkin dapat terjadi. Dengan demikian, pada dasarnya manajemen risiko tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan asuransi, tetapi juga menguntungkan organisasi yang dalam hal ini berperan sebagai tertanggung.

Konsep Risiko
Sebagaimana yang diungkapkan di atas, pada dasarnya risiko adalah sebuah perubahan. Secara peyoratif, risiko dipahami sebagai suatu perubahan yang dapat membawa dampak negatif bagi suatu organisasi maupun individu. Dalam konsep asuransi, risiko timbul dari ketidakpastian. Konsep risiko memiliki tiga elemen:
1.    Suatu persepsi bahwa sesuatu mungkin terjadi
2.    Kemungkinan sesuatu terjadi
3.    Konsekuensi bila itu terjadi

Secara sederhana, ada tiga kategori risiko dilihat dari pengaruhnya:
1.    Ada risiko, tapi tidak berpengaruh
2.    Ada risiko dan itu berpengaruh
3.    Tidak tampak (seolah tidak ada), tetapi berpengaruh

Manajemen Risiko
Konsep sederhana mengenai risiko di atas membawa kita pada pertanyaan, bagaimana risiko dapat dikelola sehingga kemungkinan terjadinya risiko tersebut menjadi berkurang. Di sinilah manajemen risiko dalam sebuah organisasi menjadi sangat penting.

Secara sederhana, manajemen risiko adalah sebuah proses metodis dalam menangani semua risiko dalam aktivitas organisasi.  Manajemen risiko juga dapat diistilahkan sebagai suatu seni dan sekaligus ilmu pengetahuan untuk mereduksi risiko kerugian dan meminimalisasi efeknya terhadap bisnis. Manajemen risiko berfokus pada identifikasi dan mengolah risiko. Tujuan dari seluruh proses kegiatan manajemen risiko adalah untuk menciptakan nilai tambah yang maksimum untuk sebuah organisasi dengan meningkatkan kemungkinan keberhasilan atau keuntungan, dan meminimalisasi kegagalan dan ketidakpastian dalam seluruh kegiatan organisasi.

Lebih dari itu, ada beberapa alasan mendesak mengapa manajemen risiko itu dibutuhkan. Alasan-alasan itu antara lain:
  • Risiko itu selalu ada di setiap organisasi bisnis, entah kecil entah besar
  • Semua potensial risiko dapat dihindari, dieliminasi, maupun dikurangi pada level yang wajar dan dapat diterima dan tentunya dalam biaya yang lebih efektif
  • Risiko dapat sangat mahal
  • Dunia sekarang ini semakin berrisiko
  • Corporate governance – harapan yang semakin besar dalam akuntabilitas manajemen
  • Fokus yang kuat dalam brand dan reputasi


Setidaknya ada lima benefit dari manajemen risiko, yaitu:
  1. Manajemen risiko memberikan pola pikir yang memungkinkan akitivitas masa depan berlangsung secara konsisten dan terkendali.
  2. Meningkatkan pemahaman dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pemrioritasan secara komprehensif dan terstruktur dalam melihat aktivitas bisnis, ketidakstabilan, ancaman, dan kesempatan.
  3. Berkontribusi dalam efisiensi alokasi modal dan sumber daya
  4. Melindungi dan meningkatkan image dan reputasi perusahaan
  5. Efisiensi operasional melalui akuntabilitas, pengukuran kinerja dan penghargaan

Asuransi Marine Cargo Kelebihannya

Asuransi Marine Cargo
Asuransi Marine Cargo, dengan cara apapun, tidak akan memberi keuntungan kepada perusahaan pelayaran atau perusahaan peyimpanan (pergudangan).

Tertanggung dan perwakilan dan agen mereka dalam hal adanya penemuan kembali asuransi ini, berkewajiban :
  • Mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mencegah atau memperkecil kerugian.
  • Menjamin bahwa semua hak terhadap perusahaan pelayaran atau pihak ketiga lainnya telah dijalankan dengan sebaik-baiknya


Dan perusahaan Asuransi akan membayar kepada Tertanggung semua ongkos-ongkos yang dikeluarkan dengan wajar untuk semua pekerjaan ini, ditambah kerugian yang ditanggung seperti tersebut dibawah ini.

Langkah-langkah yang diambil oleh Tertanggung atau Perusahaan Asuransi dengan tujuan menyelamatkan, melindungi atau mendapatkan kembali barang yang diasuransikan tidak akan dianggap sebagai menolak atau menerima pelepasan hak atau sebaliknya merugikan pihak lainnya.

MENGHINDARI KETERLAMBATAN

Adalah merupakan persyaratan dalam asuransi ini bahwa Tertanggung akan melakukan tindakan-tindakan cepat secara wajar dalam segala hal yang ada dalam batas kemampuan mereka.

UNDANG-UNDANG & KEBIASAAN

Asuransi ini tunduk pada undang-undang dan kebiasaan di Inggris, asalkan tidak kontradiksi dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Catatan : Bila Tertanggung mengetahui adanya sesuatu yang terjadi atas barang yang menjadi tanggungan dalam asuransi ini, maka mereka perlu segera menyampaikan pemberitahuan kepada Perusahaan Asuransi dan hak atas hal tersebut tergantung dari pertanggungan ini.


Manfaat Asuransi Umum dalam Kehidupan Manusia

Asuransi mempunyai beberapa manfaat bagi tertanggung yaitu
  1. Rasa aman dan perlindungan
  2. Dengan mengikuti asuransi akan memberikan suatu rasa aman terhadap kejadian- kejadian yang tidak diharapkan dan bisa mengakibatkan kerugian.
  3. Asuransi dapat dijadikan sebagai tabungan dan sumber pendapatan. Asuransi merupakan salah satu bentuk tabungan dan sumber pendapatan selain deposito, simpanan dan lainnya.
  4. Polis asuransi dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit. Bila kita ingin memperoleh kredit bank, polis asuransi dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit tersebut.
  5. Pendistribusian dan manfaat. Jika tidak ada asuransi maka kerugian yang diakibatkan oleh suatu persitiwa tertentu hanya akan ditanggung oleh yang mengalami peristiwa tersebut. Akan tetapi, dengan adanya asuransi biaya kerugian tersebut dapat dialihkan kepada penanggung yang tentu saja sangat bermanfaat bagi penanggung.


Jenis Jaminan dalam Asuransi Kecelakaan Diri

 Jenis jaminan yang diberikan : 
A.      Kematian (Death)
B.      Cacat Tetap (Permanent Disablement)
B.1.    Cacat Tetap Keseluruhan (Total Permanent Disablement)
B.2.    Cacat Tetap Sebagian (Partial Permanent Disablement)
C.       Biaya Pengobatan / Perawatan (Medical Expenses)

Ad. A.  KEMATIAN ( DEATH )

Jaminan ini dibayarkan dalam hal Tertanggung:
a.    Meninggal dunia dalam batas waktu 12(dua belas) bulan sejak terjadinya setelah kecelakaan, atau
b.    Hilang dan tidak diketemukan dalam waktu sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari sejak terjadinya kecelakaan sebagai akibat langsung dari suatu kecelakaan yang dijamin dalam polis.

 Besarnya Benefit yang dibayarkan : 100 % Nilai Pertanggungan untuk Jaminan A. kepada ahli warisnya (Beneficiary)

Dalam hal Ahli Waris/Beneficiary lebih dari 1 orang, maka dapat dipilih salah satu cara :
a.   Dibagi rata antara semua Ahli  waris, atau
b.   Ahli waris I lebih besar dari Ahli waris II dan seterusnya, atau
c.   Ahli waris II akan mendapat bagian apabila Ahli waris I meninggal dunia dan seterusnya.

Ad. B.  CACAT TETAP ( PERMANENT DISABLEMENT )

Jaminan ini dibayarkan dalam hal Cacat Tetap yang diderita oleh Tertanggung sebagai akibat dari suatu kecelakaan yang dijamin polis.
Pengertian Cacat Tetap (Disablement): adalah Cacat Tetap yang diderita sebagai akibat suatu kecelakaan yang dijamin polis, baik berupa hilangnya atau putusnya anggota badan dari anggota tubuh (physical separation), juga menjamin hilangnya fungsi atau tidak dapat dipergunakan sama sekali (Loss of Use) dari anggota badan tersebut walaupun anggota badan tersebut tidak terlepas dari anggota tubuh.

Cacat tetap dibagi dalam 2 bagian :  
1.    Cacat Tetap Keseluruhan
2.    Cacat Tetap Sebagian
             
Ad.B.1 CACAT TETAP KESELURUHAN ( TOTAL PERMANENT DISABLEMENT )

Dikatakan Cacat Tetap Keseluruhan dalam hal Cacat Tetap yang diderita sebagai akibat kecelakaan yang dijamin polis, berupa :
a.   Kehilangan penglihatan kedua belah mata, atau
b.   Hilang atau tidak berfungsinya kedua lengan, atau
c.   Hilang atau tidak berfungsinya kedua tungkai kaki, atau
d.   Hilang atau tidak berfungsinya : penglihatan satu mata dan satu lengan; penglihatan satu mata dan satu tungkai kaki; atau satu tungkai kaki dan satu lengan.

Besarnya Benefit yang dibayarkan = 100% Uang Pertanggungan Jaminan B.
Dapat juga dianggap Cacat Tetap Keseluruhan dalam hal Kegilaan atau Kelumpuhan Total sebagai akibat suatu kecelakaan yang dijamin polis, berjalan terus menerus sampai batas waktu tunggu yang telah ditetapkan dalam kondisi polis.

Ad. B.2. CACAT TETAP SEBAGIAN (PARTIAL PERMANENT DISABLEMENT)

Dikatakan Cacat Tetap Sebagian dalam hal Cacat Tetap yang diderita sebagai akibat suatu kecelakaan yang dijamin polis, pada sebagian anggota tubuh (seperti jari-jari tangan, tangan, kaki dan sebagainya).
Besarnya benefit yang dibayarkan berdasarkan Tabel Prosentage yang telah ditetapkan didalam polis, dengan ketentuan :
a.  Jumlah persentase dari seluruh cacat tetap yang diderita selama jangka waktu pertanggungan tidak melebihi 100% Nilai Pertanggungan untuk jaminan B.
b.  Bagi orang kidal pengertian kata ”kanan” dibaca ”kiri” dan sebaliknya.
c.  Dalam hal kehilangan atas sebagian dari salah satu yang disebutkan di dalam tabel, maka akan diberikan jumlah santunan secara berbanding (menurut perbandingan) dalam angka persentase yang lebih kecil dari skala persentase yang bersangkutan dengan bagian yang hilang itu.
d.  Dalam hal kehilangan atau tidak berfungsinya lebih dari satu jari, maka santunan yang diberikan untuk itu tidak melebihi yang telah ditetapkan untuk kehilangan tangan dari pergelangan tangan.
e.  Dalam hal tidak berfungsinya anggota badan yang tercantum dalam tabel, santunan diberikan apabila tidak berfungsinya anggota badan tersebut mencapai 50% (lima puluh persen) atau lebih berdasarkan Surat Keterangan Dokter yang melakukan perawatan.

Contoh table persentasi

-.   Lengan kanan mulai dari sendi bahu  : 60%
-.   Lengan kiri mulai dari sendi bahu  : 50%
-.   Lengan kanan mulai dari sendi siku keatas  : 50%
-.   Lengan kiri mulai dari sendi siku keatas  : 40$
-.   Lengan kanan mulai dari pergelangan tangan keatas  : 40%
-.   Lengan kiri mulai dari pergelangan tangan keatas  : 30%
 -.  Ibu jari tangan kanan  : 15%
-.   Ibu jari tangan kiri  : 10%
-.   Jari telunjuk tangan kanan  : 10%
-.   Jari telunjuk tangan kiri  : 8%
-.   Satu kaki mulai dari pangkal paha  : 50%
   



Ad. C.     BIAYA PENGOBATAN / PERAWATAN ( MEDICAL EXPENSES )

Jaminan ini dibayarkan dalam hal penggantian atas biaya-biaya perawatan/ pengobatan yang dilakukan sebagai akibat suatu Kecelakaan yang dijamin polis. Pembayaran jaminan ini berdasarkan Kuetansi asli yang dikeluarkan oleh Dokter yang melaksanakan perawatan ataupengobatan tersebut.

Jaminan ini tidak berlaku bagi kuitansi-kuitansi yang dikeluarkan oleh Dukun dan/ atau Sin She termasuk pengobatan Alternatif, terkecuali Dukun atau Sin She tersebut telah terdaftar dan mempunyai izin praktek dari Departemen Kesehatan.

Cara Termudah Memahami Sistem Pemasaran Asuransi

Dalam suatu Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung risiko, secara umum pembagian tugas, wewenang dan tanggung-jawab para fungsionarisnya dalam struktur Organisasi, dengan pembagian pokok sebagai berikut :
A. bagian Pemasaran atau Marketing
B. bagian Tehnik atau Underwriting
C. bagian Keuangan dan Umum (Finance & General Affair)





A.      BAGIAN PEMASARAN (MARKETING):

Sistem pemasaran dalam asuransi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut
a.  Langsung dengan Tertanggung (Direct to Insured)
b.  Melalui Agen atau Pialang Asuransi (Agent or Broker)
c.  PEMASARAN  LANGSUNG dengan CALON TERTANGGUNG.

Dalam hal ini Penangung berhubungan langsung dengan calon Tertanggung, tanpa melalui perantara (Agen ataupun Pialang Asuransi (Broker).

Dalam hal ini pihak Tertanggung wajib mengisi dengan sejujur-jujurnya atas fakta-fakta penting (material Facts) pada formulir Surat Permohonan Penuntupan Asuransi.

***    SURAT PERMOHONAN PENUTUPAN ASURANSI (S.P.P.A.)


adalah suatu dokumen yang disiapkan oleh Asuradur untuk digunakan oleh calon tertanggung bila ingin mengajukan suatu penutupan asuransi.

Dalam dokumen ini calon Tertanggung diharuskan memberikan berbagai informasi yang pada umumnya merupakan fakta-fakta penting (Material Fact) tentang objek pertanggungan yang diperlukan oleh Asuradur dalam proses Akseptasi.

Kebenaran dan kelengkapan pengisian suatu SPPA dapat merupakan suatu ukuran dipenuhinya prinsip “Duty of Disclosure” yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip Utmost good Faith.
Dalam sebagian besar polispun dinyatakan dengan tegas bahwa SPPA tersebut adalah dasar dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari POLIS.

==>>  5(lima) Pertanyaan Umum yang lazim terdapat dalam S.P.P.A., adalah :
  1. Berkaitan dengan calon Tertanggung sendiri, antara lain : Nama, Assesment, Moral Hazard, Kebiasaan Umum, Latar belakang budaya dll.
  2. Alamat calon Tertanggung – Status sosial : Keadaan umum lokasi.
  3. Lokasi Risiko – bila tidak sama dengan alamat calon Tertanggung: Keadaan lingkungan, Kepadatan daerah (Fire Insc.), Kepadatan Lalu-lintas (Motor car insc.), dll.
  4. Latar belakang profesi – suatu profesi bisa mempunyai tingkat bahaya inherent terhadap suatu kejadian klaim baik mengenai Frequency maupun Severity -nya.
  5. Pengalaman kerugian dimasa lalu : Kapan,  penyebab kerugian, besarnya kerugian, tindakan pencegahan (preventive action) yang sudah dilakukan setelah kerugian terjadi dll

$$$ PEMASARAN MELALUI AGEN ATAU PIALANG ASURANSI (BROKER).$$$

1. A G E N :
adalah pihak yang melakukan tugas mewakili prinsipalnya kepada atau dalam berhubungan dengan pihak ketiga.

a. Lahirnya Agen : tersebut sejak tercapainya kata sepakat antara kedua belah pihak (pemberi kuasa dan pihak yang penerima kuasa), dengan unsur-unsur: 
  • Adanya suatu Perjanjian
  • Adanya pihak yang memberikan kekuasaan (wewenang)
  • Adanya penyelenggarakan sesuatu urusan.


b. Berakhirnya suatu perjanjian ke-agen-an :
  • Ditariknya pemberian kuasa oleh pemberi kuasa.
  • Si Kuasa memberitahukan bahwa dia berhenti menjadi juru kuasa dari pemberi kuasa.
  • Dengan meninggalnya atau kepengampuan atau kepailitan yang dialami si pemberi kuasa atau si juru kuasa.
  • Dengan perkawinan, si perempuan penerima atau pemberi kuasa tidak berlaku lagi.


Hak dan Kewajiban seorang Agen :


a. Hak-hak seorang Agen :

  • Menerima penggantian/ganti-rugi atas kehilangan atau kerugian yang dialami saat melaksanakan tugasnya dari principal.
  • Menerima imbalan (Remuneration) dari hasil pekerjaannya.
  • Hak untuk memperoleh kembali barang-barang jaminan yang ia jamin-kan dalam melaksanakan tugasnya.

b. Kewajiban seorang Agen
  •  Memenuhi segala instruksi principal.
  • Melaksanakan tugas dengan hati-hati dan teliti.
  •  Melakukan tugasnya secara sendiri, tidak didelegasikan.
  • Melakukan tugasnya dengan itikad baik.
  •  Bertanggung jawab dalam menerima uang, untuk kepentingan Principal.

Agen dikelompokkan dalam 2(dua) jenis, yaitu  :


1.1.   Agen Umum adalah pihak yang melakukan tugas mewakili prinsipalnya kepada atau dalam berhubungan dengan pihak ketiga.. Dengan demikian Agen Umum adalah seseorang yang diberi kuasa atau wewenang untuk mewakili dan melaksanakan segala urusan-nya, dalam hubungan hukumnya dengan pihak ketiga.

1.2.   Agen Asuransi (menurut Ps. 1 ayat 10 UU.No.2 Thn. 1992)
adalah seseorang atau Badan Hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama Penanggung.

                     
 Perbedaan antara Agen Umum dan Agen Asuransi :

AGEN UMUM Pemegang kuasa dari principalnya  untuk melakukan aktivitas secara umum (tidak terbatas pada aktivitas tertentu), dan mempunyai hubungan tetap dengan pengusaha dan mewakilinya untuk mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga.

AGEN ASURANSI Hanya dapat menjadi agen asuransi dari satu perusahaan Asuransi.
Jadi khusus untuk asuransi saja.

Ketentuan-ketentuan Agen Asuransi (Psl 27 PP No. 73 thn 1992):
  • Setiap Agen Asuransi hanya dapat menjadi agen dari satu Perusahaan Asuransi.
  • Agen Asuransi wajib memiliki perjanjian keagenan dengan Perusahaan Asuransi yang diageni.
  • Semua tindakan Agen Asuransi yang berkaitan dengan transaksi asuransi menjadi tanggung jawab Perusahaan Asuransi yang diageni.
  • Agen Asuransi dalam menjalankan kegiatannya harus memberikan keterangan yang benar dan jelas kepada calon Tertanggung tentang program asuransi yang dipasarkan dan ketentuan isi polis, termasuk hak dan kewajiban calon Tertanggung

Berkaitan dengan pengisian Surat Permohonan Penutupan Asuransi
  • Pengetahuan seorang Agen tentang suatu risiko tentu tidak akan sama dengan calon Tertanggung sendiri dan dengan sendirinya pengisian SPPA oleh seorang AGEN tentu tidak dapat diharapkan sempurna.
  • Bila calon Tertanggung menanda-tangani SPPA yang diisi oleh AGEN tanpa memeriksa kebenarannya atau secara sadar ia tahu apa yang diisi AGEN tersebut itu salah, maka calon Tertanggung masih dapat dianggap melanggar prinsip “Utmost Good Faith”.
  • Agen Asuransi bukanlah pihak yang mewakili calon Tertanggung dan pengisian SPPA oleh seorang Agen hanya merupakan bantuan semata dan tidak dapat melepaskan calon Tertanggung dari tanggung-jawabnya.
  • Apabila calon Tertanggung memang sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada AGEN tersebut dalam pengisian SPPA untuk dan atas namanya, maka sebetulnya pada waktu itu si AGEN Asuransi (untuk sementara) telah dipercayakan oleh calon Tertanggung sebagai “Agennya”, sehingga sesuai dengan konsep “Vicarious Liability”, calon Tertanggungpun masih bertanggung-jawab atas kesalahan “Agennya” tersebut.


2.  PIALANG ASURANSI (BROKER).

Definisi PIALANG ASURANSI (BROKER) menurut  Ps. 1 UU No. 2 thn 1992
adalah Perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti-rugi asuransi dengan bertindak untuk kepen-tingan Tertanggung.

 Perbedaan antara AGEN ASURANSI dengan PIALANG ASURANSI :

AGEN  ASURANSI

1. Dalam bertindak untuk dan atas nama Penanggung.

2. Dalam ruang lingkup hanya dapat memberikan jasa pemasaran asuransi bagi satu Perush. Asuransi yang memiliki izin Usaha dari Menteri.

3. Dalam pembinaan & penga-wasan, dilarang bertindak sebagai Agen dari Perusahaan Asuransi yang tidak mempunyai Izin Usaha.

4. Segala tindakannya menjadi tanggung jawab Penang-gung



PIALANG  ASURANSI
   
1. Dalam usaha Pialang Asuransi yang memberikan keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti-rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan Tertanggung.

2. Ruang lingkup Pialang Asuransi hanya dapat menyelenggarakan usaha dgn bertindak mewakili Tertanggung dalam rangka transaksi yang berkaitan dengan kontrak asuransi.

3. Dalam pembinaan & pengawasan dilarang menempatkan penutupan asuransi kepada suatu Perusahaan Asuransi yang merupakan afiliasi dari Perusahaan Pialang Asuransi yang bersangkutan, kecuali calon Tertang-gung mengetahui atau menunjuk.

4. Dilarang menempatkan penutupan asuransi kepada Perusahaan Asuransi yang tidak mempunyai izin Usaha dari Menteri.


B. Bagian Teknik atau Underwriter

Underwriter adalah fungsionaris bagian Tehnik/Underwriting, yang mempunyai tugas pokok untuk  a.   menganalisa risiko yang ditawarkan.
 b.  menetapkan Terms & Conditions serta
 c.  menetapkan besarnya premi yang mencerminkan tingkat risiko yang akan ditanggungnya

Dalam melakukan aktivitas akseptasi risiko, Underwriter melakukannya dengan prosedure akseptasi sebagai berikut :
1. Mengumpulkan semua data-data/informasi yang berhubungan dengan risiko yang ditawarkan, yaitu Fakta-fakta penting (Material Facts) yang harus diberitahukan oleh calon Tertanggung, baik dengan cara mengisi SPPA, lisan maupun dengan cara-cara yang lain.
2. Underwriter sebagai figur perorangan yang mewakili Asuransi sebagai figur Perusahaan Asuransi, menyusun fakta-fakta penting (Material Facts) tersebut dengan urutan : 
  •  Faktor-faktor yang memberikan gambaran umum tingkatan akseptasi dan kelompok risiko-risiko yang dapat diaksep 
  • Faktor identifikasi yang tidak dapat dirubah dan halmana tidak dimungkinkan asuradur untuk melakukan akseptasi.
  • Faktor-faktor yang dapat dirubah dan asuradur hanya dapat melakukan akseptasi apabila faktor-faktor tersebut telah dirubah/diperbaiki.
  • Faktor yang membuat risiko lebih besar tetapi dapat diaksep dengan premi yang lebih tinggi.
3. Asuradur tidak perlu meminta informasi tambahan lebih jauh, apabila sudah diketahui faktor yang tidak bisa dirubah dan faktor mana tidak memungkinkan asuradur untuk melakukan akseptasi risiko tersebut.
4.  Bila semua aspek telah dianalisa, Asuradur dapat memutuskan akseptasi dengan menetapkan kondisi-kondisi yang dikehendaki atau menolak risiko yang ditawarkan.

Dari penjelasan tersebut diatas, dapat diketahui secara jelas bahwa Asuradur atau Perusahaan Asuransi atau Penanggung, melalui fungsionarisnya yang disebut Underwriter, melakukan aktivitas akseptasi risiko.


C. Bagian Keuangan dan Umum (Finance & General Affair)
Bagian Keuangan ini Mencangkup Semua Menejemen Keuangan di dalam Kantor ( Accounting Office )

Strategi Jitu Dalam Pemasaran Produk Asuransi


Akademi Asuransi


Sebelum Melangkah ke Tempat anda bekerja dan sebelum Anda memulai beraktifitas di Asuransi maka anda Harus benar benar belajar dasar strategi pemasaran, karena yang Anda jual di Asuransi itu Bukan Barang, akan tetapi itu sebuah Investasi jangka panjang...



Strategi Pemasaran Produk Asuransi merupakan suatu bentuk aktivitas penjualan yang saat ini masih banyak diminati masyarakat. Arti sebenernya dari asuransi adalah perlindungan nilai ekonomi seseorang atau kumpulan (corporate). Arti lain dari Asuransi juga bisa diartikan, penggantian sebagian bahkan keseluruhan akibat adanya suatu kerugian baik itu jiwa atau material yang dialami oleh individu atau kumpulan.

Strategi Pemasaran Produk Asuransi adalah sama dengan anda menawarkan produk yang bersifat maya atau tidak tampak, seperti : produk dana pasar uang, produk Obligasi dan produk Saham, mengapa demikian?. Karena asset tidak berwujud ini sama-sama memiliki kekurangan yakni besaran nilai uang yang tidak bisa dipprediksi secara konsisten dimasa yang akan datang. Inilah yang menyebabkan anda tidak bisa asal-asalan dalam melakukan penjualan produk-produk diatas termasuk produk Asuransi.

Strategi Pemasaran Produk Asuransi tersebut antara lain:

  1. Pelajarilah terlebih dahulu produk Asuransi secara baik dan konsisten. Artinya jumlah produk Asuransi banyak sekali jenisnya. Dan tidak mungkin anda menguasai dalam sekali belajar. Centanglah bagian-bagian yang anda tidak mengerti, selanjutnya jangan malu untuk bertanya.
  2. Buatlah Daftar nama-nama yang akan anda kunjungi. Artinya, cukup anda membuat daftar nama sebanyak 20 orang saja lengkap dengan data penunjangnya, dan syukur-syukur bisa lebih. Mulailah dari yang anda kenal dulu seperti : nama saudara anda, teman dekat, saudara pacar anda mungkin, he..he.., dan sahabat.
  3. Siapkan proposal ilustrasi produk yang akan anda jual.
  4. Buatlah janji terlebih dahulu. Artinya, anda bisa menggunakan telepon untuk membuat janji. Bisa juga anda langsung berkunjung atau bermain-main ketempat calon prospek yang anda kenal, tapi kalau tidak ketemu, anda bisa langsung mengunjungi calon prospek lainnya.
  5. Lakukanlah aktivitas Prospek ini sehari minimal 2 atau 3 kali. Artinya anda jangan terpaku dengan jumlah 2 atau 3 ini. Bisa juga anda melakukan kunjungan dalam sehari lebih dari 3 kali. Sehingga kesempatan untuk bertemu dengan calon prospek akan lebih besar.
  6. Anda juga bisa melakukan prospek dengan menggunakan dunia online, seperti : chatting, facebook, frenster dan telepon itu sendiri. Artinya, mungkin ada dari anda yang sudah mempunyai teman online. Anda bisa membahas produk Asuransi ini dengan gaya anda masing-masing.
  7. Jagalah kondisi Kesehatan badan anda. Artinya asupan gizi jangan sampai kelewat. Bila anda melakukan aktivitas door to door, Karena kondisi cuaca yang tidak menentu, debu, dan asap kendaraan bisa membuat anda gampang sekali sakit.
  8. Apabila anda berhadapan langsung dengan calon prospek yang anda kenal. Jangan langsung anda menerangkan produk asuransi. Mengobrollah terlebih dahulu, dalam obrolan tersebut paparkan sekilas saja produk asuransi anda. Berikan wawasan akan pentingnya berasuransi. Mintalah referensi nama-nama dari saudara anda, sehingga bank data anda semakin hari semakin bertambah banyak.
  9. Berikan dan paparkan gambaran ilustrasi produk secara menyeluruh.
  10. Setelah anda menjelaskan dan memaparkan produk. Berikan kesempatan pada calon anda untuk bertanya dan berargumen.
  11. Lakukan kunjungan ulang secara konsisten.
  12. Jika mengalami kesulitan di lapangan, anda bisa mengajak senior anda untuk saling berbagi pengalaman. 

Jangan Pernah Lelah dalam Mendekati Prospek yang sudah Anda Tulis, dan Juga Jangan Pernah Lelah Melayani Semua Pelanggan Anda, Sepahit Apapun Keadaannya..

Hukum Asuransi

Pernahkah anda mendengarkan kata asuransi? Tentu saja sering, dengan sekian banyak perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, seringkali kita mendengar kata asuransi, akan tetapi masih banyak diantara kita yang belum mengerti dengan benar apa itu asuransi dan sederet aturannya.

asuransi


Namun, perlu diketahui dalam segi apapun dan sektor apapun hukum masih berperan aktif dalam setiap kegiatan sektor tersebut. Tak terkecuali dengan asuransi. Hal tersebut sering disebut dengan hukum asuransi.

Oleh karenanya kita perlu mengetahui pengertian sesungguhnya pengertian dari hukum asuransi sendiri, agar wawasan kita bertambah luas mengenai hukum, simak ulasan di bawah ini.

Jika dilihat secara seksama Undang Nomor 2 Tahun 1992, merumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap dalam menjelaskan  jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD.  Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992:

    Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau taggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dan suatu peristiwa tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas rneninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Hukum asuransi adalah sekumpulan peraturan lisan maupun tulisan yang bersifat mengikat serta memiliki sanksi tersendiri mengenai peralihan resiko yang ada pada orang lain untuk mendapatkan ganti rugi setelah terjadinya suatu peristiwa yang menyebabkan orang tersebut mengalami kerugian.

Hukum Asuransi menurut Pasal 246 KUHP, merupakan perjanjian antara penanggung dan tertanggung dimana seorang penanggung menerima premi dengan kewajiban memberikan ganti kerugian atas peristiwa belum tentu terjadi.

Unsur-unsur Asuransi Pasal 246 KUHP
  1. Adanya kesepakatan yang memunculkan perjanjian asuransi. Kesepakatan tersebut dapat berupa sepakat benda/ syarat-syarat tertentu
  2. Adanya penanggung sebagai peralihan resiko seseorang
  3. Terdapat premi tertentu dari tertanggung kepada penanggung
  4. Adanya peristiwa yang belum pasti
  5. Adanya ganti kerugian sebagai kewajiban penanggung kepada tertanggung atas peristiwa yang terjadi

Semakin  besar resiko yang ditanggung maka semakin besar premi yang di bayar jadi akan terjadi keseimbangan prinsip.

Sumber Hukum Asuransi / pertanggungan terdapat dalam dua sumber yang meliputi:

   * Hukum Tertulis
   * Aturan bersifat khusus

Demikian artikel yang berisi tentang Hukum Asuransi, Unsur-Unsur Hukum Asuransi